Review drama Start-up : Drama yang membuatmu ingin bermimpi lagi.

Setelah banyak menonton drama bergenre thriller dan criminal, akhirnya ada drama fresh yang membuat saya bernostalgia.

Judulnya Start-up, drama baru TVN yang juga tayang di Netflix. Kenapa bernostalgia? Karena penulis drama ini adalah Park Hye Ryun, script-writer yang juga menulis drama fenomenal Dream High. Setelah 9 tahun akhirnya dia menulis drama dengan rasa yang sama : tentang mimpi. Bedanya dulu diperankan oleh anak-anak SMA sekarang diperankan oleh pemuda berusia 20-an. Selain itu Suzy lagi-lagi menjadi pemain utama di drama yang ditulisnya.

Credit : AsianWiki
Continue reading “Review drama Start-up : Drama yang membuatmu ingin bermimpi lagi.”

Reality Club dan visualisasi masa muda

Dokumentasi pribadi

Satu bulan lebih tidak muncul, kali ini saya membawa rekomendasi band yang sering saya dengar musiknya akhir-akhir ini: Reality Club.

Saya mendengar tentang band Reality Club sejak mengikuti instagram Fathia Izzati @kittendust, youtuber yang terkenal gara-gara videonya tentang 21 accents.

Jadi, Fathia ini adalah vokalis band Reality Club. Genre musiknya alternative/indie. Band ini terdiri dari lima orang, Fathia Izzati di vocal, Faiz Novascotia di gitar dan  vokal, Nugi Wicaksono di bass, Iqbal Anggakusumah di gitar, dan Era Patigo di drum. Saya tidak benar-benar mencari tahu soal band ini, sampai saat saya melihat langsung penampilan mereka di acara musik UNIKA 2019 lalu.

Continue reading “Reality Club dan visualisasi masa muda”

Usap kepalamu sendiri dan katakan “Terimakasih sudah bekerja keras”

Dokumentasi pribadi. My first portrait painting. Ini bukan gambar orang pusing.


Dulu saya mulai menulis karena jatuh cinta, tetap menulis untuk menceritakan perjalanan dan masih menulis ketika patah hati. Sekarang saya berada di fase kosong, tidak kemana-mana, tidak sedang jatuh cinta pun patah hati. Tidak ada rasa yang menggebu seperti dahulu. Tapi karena terbiasa menulis paling tidak satu bulan sekali, rasanya amat bersalah jika tidak menyelesaikan tulisan apapun.

Continue reading “Usap kepalamu sendiri dan katakan “Terimakasih sudah bekerja keras””

Kisah hidup zombi

Di sebuah desa kecil, lahirlah seorang anak laki-laki. Dia memiliki kulit pucat dan mata besar.

Saat anak itu bertumbuh besar, sang ibu menyadari bahwa anak laki-laki ini tak memiliki perasaan. Dia hanya memiliki nafsu makan, seperti zombi.

Sang ibu mengurung anaknya di bawah tanah untuk menghindari penduduk desa.

Setiap malam, sang ibu memberinya makan dengan hewan ternak yang dicurinya. Hari ini dia mencuri ayam. Hari esoknya dia mencuri babi. Dia melakukannya bertahun-tahun. Continue reading “Kisah hidup zombi”

Melukis kembali

Selain bersepeda ada satu kegiatan lagi yang saya lakukan kembali selama pandemi ini, yaitu melukis. Saya pernah menyebut di salah satu tulisan bahwa dulu cita-cita saya adalah menjadi pelukis. And I mean it. Karena dulu saya suka menggambar meskipun pada akhirnya menyerah karena tidak mendapat gambaran jelas di mana orang yang suka menggambar akan berakhir. Sedangkan satu-satunya prestasi menggambar saya hanya menang juara tiga membuat kaligrafi tingkat kabupaten, itupun saat SMP.

Disebabkan pandangan yang tidak jelas tentang dunia seni, pada akhirnya saya meninggalkannya. Karena meskipun saya menyukai kegiatan itu, saya tidak punya langkah jelas, pun saat itu tidak punya konsistensi. Kalaupun menggambar itu hanya untuk memenuhi tugas akademis.

Salah sih padahal kalau memang suka ya lanjutkan saja, kenapa harus menemukan gambaran dulu baru jalan? Continue reading “Melukis kembali”

Beranjak dewasa bersama Nadin Amizah

Credit : Genius

Terakhir kali saya posting tulisan adalah tanggal 2 Mei, itu berarti sudah lewat dari satu bulan saya tidak memposting apapun. Buseet, lama juga ternyata. Saya membuat beberapa draft tapi ternyata tidak ada yang selesai. Mendekati libur lebaran kemarin, development punya banyak pekerjaan, bahkan saya sampai lembur dan tetap kerja di hari Minggu. Pulang kerja capek dan tidak ada kemauan menyelesaikan tulisan. Ada banyak alasan kalau mau saya jabarkan tetapi sebenarnya kalau disimpulkan alasannya satu: malas!

Eh tapi..sebenarnya ada satu kegiatan yang akhir-akhir ini saya pelajari, nanti deh saya buat di postingan lain saja.

Di tengah kemunduran saya, ternyata Nadin mengeluarkan album perdananya kemarin tanggal 28 Mei, berjudul Selamat Ulang Tahun karena perilisannya bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke 20. Telat banget ya saya nulisnya, gapapalah. Continue reading “Beranjak dewasa bersama Nadin Amizah”

Ngomongin film dan rasa sakit

Kemarin pagi usai bersepeda santai dengan seorang teman, karena merasa butuh inspirasi saya membuka Viu, saya terpikir sebuah film rom-com yang dulu pernah muncul di kolom rekomendasi.

On-Your-Wedding-Day
Credit : Soompi.com

On Your Wedding Day  judulnya. Dari judulnya saja terdengar sentimentil ya? Dari awal saya menduga film ini tidak happy ending. Meski begitu saya tetap menontonnya. Film yang tidak ber-happy ending lebih terasa nyata buat saya. Film ini tentang cinta pertama yang ditemui semasa SMA. Jika kamu pernah menonton film You are the Apple of My Eye ya kurang lebih menceritakan hal yang sama. Tentang seseorang yang tumbuh berkat cinta pertamanya meskipun mereka tidak berakhir bersama.

Continue reading “Ngomongin film dan rasa sakit”