Review drama Start-up : Drama yang membuatmu ingin bermimpi lagi.

Setelah banyak menonton drama bergenre thriller dan criminal, akhirnya ada drama fresh yang membuat saya bernostalgia.

Judulnya Start-up, drama baru TVN yang juga tayang di Netflix. Kenapa bernostalgia? Karena penulis drama ini adalah Park Hye Ryun, script-writer yang juga menulis drama fenomenal Dream High. Setelah 9 tahun akhirnya dia menulis drama dengan rasa yang sama : tentang mimpi. Bedanya dulu diperankan oleh anak-anak SMA sekarang diperankan oleh pemuda berusia 20-an. Selain itu Suzy lagi-lagi menjadi pemain utama di drama yang ditulisnya.

Credit : AsianWiki

Seperti judulnya drama ini bercerita tentang anak-anak muda yang bermimpi menjadi pebisnis start-up atau perusahaan rintisan. Dan perjalanan mereka dalam meraih impiannya akan dibumbui romansa, komedi serta kisah haru dengan keluarga. Meski drama ini baru sampai delapan episode, saya bisa katakan ini merupakan drama yang hangat. Episode satu saja sudah membuat saya mewek setelah senyum-senyum sendiri. Saat kamu bisa merasakan berbagai emosi dalam satu episode, itu bisa jadi indikator bahwa drama yang kamu tonton itu bagus.

Sama dengan saat saya menonton Dream High, menonton drama ini membuat perasaan saya menggebu-gebu, seakan siap menggapai mimpi. Haha. Hanya karena drama yang saya tonton tentang start-up dan saham. Bukan berarti saya merasa harus ikut mendirikan bisnis start-up atau segera berinvestasi saham. Saya cuma merasa akan sayang sekali jika energi dan wawasan baik dari tontonan ini saya biarkan saja, setidaknya ia bisa menghibur dan mengingatkan saya betapa saya selama ini kebanyakan teori tanpa praktek nyata. Sepertinya saya harus mulai melakukan sesuatu sebelum bertambah tua ๐Ÿ˜€

Drama ini  banyak diperbincangkan oleh selebgram, selebtwit hingga akun-akun finansial, salah satunya BigAlphaid, mungkin karena drama ini bertema bisnis start up, jadi tidak lepas dari pembahasan saham dan investasi.

Sebenarnya saya tidak terlalu suka menonton sesuatu yang popular, tapi kalau memang bagus bagaimana lagi? Lagipula sejauh ini jalan ceritanya jelas dan masuk akal. Ada beberapa hal yang dikritisi seperti penggunaan brand-brand mahal pada tokoh yang digambarkan sebagai orang dengan ekonomi menengah ke bawah, tapi jika bukan orang yang paham barang branded tidak akan sadar hal itu, seperti saya misalnya. Semoga sampai episode terakhir drama ini tetap terjaga ceritanya, bukan seperti IONTBO yang (menurut saya) menuju akhir episode, ceritanya ber-manuver tiba-tiba dan terasa agak memaksakan cerita.

Di drama ini saya tertarik dengan salah satu tokoh -Dal mi namanya, jadi dia berpura-pura hebat di depan kakaknya untuk membuktikan bahwa pilihannya adalah hal benar, pilihan apakah itu? tonton sendiri ya kalau penasaran. Saya rasa Dal Mi adalah kita semua. Seperti dia, ada banyak orang yang merasa tertinggal oleh teman-teman sebaya dalam banyak hal. Seperti dia, ada yang selalu ingin terlihat keren dimata orang tertentu. Tidak apa-apa menunjukkan sisi itu. Saya pikir manusia tidak bisa berubah dalam semalam, mereka hanya pura-pura sudah berubah menjadi keren. Oke mungkin memang ada yang berubah, tapi tidak akan banyak. Di dalam sana mereka tetap orang yang punya kekhawatiran.

Perihal membandingkan diri memang tidak ada habisnya, anggap saja kita adalah bambu Mojuk yang sedang menumbuhkan akar. Seperti yang Rando Kim pernah tulis tentang bambu Mojuk atau bambo Cina dalam bukunya โ€˜Amor Fatiโ€™. Ia adalah bambu yang unik. Lima tahun pertama ia hanya tumbuh beberapa cm dari permukaan tanah, karena selama itu hanya akarnya yang tumbuh menjalar, setelah dirasa akarnya sudah kokoh menyebar, baru ia akan tumbuh. Jadi, jangan terburu-buru, kita akan tumbuh tinggi saat waktunya tiba. Semoga pembenaran ini bisa mencegah kita untuk mengutuk diri ya.

Anyway, jika menemui orang seperti saya yang terus membahas drama pasti kalian berpikir bahwa pola pikir saya terlalu banyak dipengaruhi drama ya kan? Sayang sekali saya tidak bisa menyangkalnya ahaha. Saya memang penggemar Drama Korea dan K-pop. Banyak orang yang tidak suka dengan penyuka drama atau k-pop karena dianggap alay, jika begitu saya malah akan menonton banyak drama dan mengamatinya dengan seksama. Bukan ide yang buruk bukan? Semua hal mudah diremehkan karena orang-orang tidak tahu seperti apa proses dibaliknya. Saya sudah menonton drama Korea sejak kelas sembilan, percayalah drama sudah berkembang sedemikian rupa, dengan banyak genre dan cerita yang beragam. Beberapa masih mengadopsi adegan dramatis seperti dulu tapi sudah banyak yang berubah. Termasuk drama Start-up ini, temanya benar-benar baru di dunia perdrakoran. Salut untuk script writer-nya, kok ya kepikiran membuat cerita dengan tema ini. Mungkin karena temanya fresh jadi banyak yang menonton, sampai-sampai di media sosial ramai membahas love line di drama ini yang terbagi menjadi team Ji- pyeong dan team Do-San, kalau saya sih team Do-San karena ya saya mau realistis saja, first lead is always win, poster segede gaban berdua senderan gitu kok ๐Ÿ˜€ . Drama ini juga masuk dalam Top five Netflix Most Watched shows Worldwide lhoh..

Jadi bagaimana tertarik mengikuti keseruan drama ini juga?

Author: Inggrity

Human. Breath

8 thoughts on “Review drama Start-up : Drama yang membuatmu ingin bermimpi lagi.”

  1. Dear Ing,

    Saya terkejut kalau kita berada di tim yang sama. Tim Do-san. Ahaha Kebanyakan teman-teman saya memilih Tim Ji-pyeong.

    Alasan saya memilih Do-san karena saya suka karakter yang berkembang. Yang berjuang dari bawah sampai ke titik terbaik yang ia bisa. Kualitas inilah yang kiranya bisa mendorong kita โ€œingin bermimpi lagiโ€ bukan?

    Review yang hangat by the way. Sehangat dramanya. Terima kasih sudah menulisnya. โ™ก

    Like

    1. Iya, kebanyakan memang memilih tim Ji Pyeong, padahal sosok Ji-Pyong terlihat tidak nyata karena terlalu sempurna.

      Sepakat, kita memang cenderung menyukai sesuatu yg relate dg kehidupan kita, yg notabenenya tidak sempurna ๐Ÿ˜€

      Terimakasih ya sudah baca ๐Ÿค—

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s